Ringkasan

  • USD naik ke level tertinggi dalam 2,5 tahun terakhir ini terhadap yen pada sesi awal perdagangan Asia hari Senin ini, setelah angka Payrolls yang lemah tidak banyak mengubah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve AS akan mengumumkan akan mulai mengurangi pembelian obligasi besar-besaran bulan depan.
  • Ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling sedikit dalam sembilan bulan di bulan September, dengan nonfarm payrolls meningkat 194.000, jauh di bawah perkiraan ekonom sebesar 500.000. Namun, data untuk Agustus direvisi naik tajam sementara tingkat pengangguran turun ke level terendah 18 bulan di 4,8% karena orang meninggalkan angkatan kerja.
  • Penghasilan rata-rata per jam juga meningkat 0,6% dari 0,4% di bulan Agustus. Semua mengatakan, momok kekurangan tenaga kerja tetap ada, menjaga kekhawatiran tentang inflasi tetap hidup dan memberikan pembenaran Federal Reserve untuk melanjutkan dengan mengurangi stimulusnya yang dimulai tahun lalu untuk bantuan pandemi. Imbal hasil obligasi AS naik karena data tersebut, dengan benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi empat bulan di 1,617%, meningkatkan daya tarik imbal hasil dolar.
  • Yen, yang dikenal paling sensitif terhadap perbedaan hasil, bereaksi dengan tergelincir ke level 112,32 yen per dolar, level yang terakhir terlihat pada April 2019. “Meskipun angka penggajian utama lemah, ketika Anda melihat detailnya, prospek tetap solid dan tidak ada apa pun yang akan mencegah The Fed melakukan tapering bulan depan,” kata Shinichiro Kadota, ahli strategi senior FX di Barclays (LON:BARC) . “Dolar/yen sekarang berada di ujung atas kisaran perdagangannya, puncak 2019 di 112,40, jadi saya memperkirakan aksi jual besar-besaran di sana untuk saat ini. Namun, jika menembus level itu, kita bisa melihat Yen melemah ke area 113 atau 114, dan bisa dengan cukup mudah menembus area tersebut,” tambahnya.
  • Mata uang AS bisa naik lebih lanjut jika data harga konsumen AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan kenaikan inflasi dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga sebelumnya tahun depan setelah penurunan, kata para analis. Di sisi lain, dengan gangguan pasokan dan kenaikan harga komoditas yang mempengaruhi banyak negara lain, kekhawatiran tentang inflasi tidak terbatas pada Amerika Serikat.
  • Pound Inggris bertahan lebih kuat di $1,3623, memperpanjang pemulihannya dari level terendah sembilan bulan akhir bulan lalu, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of England dapat menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi yang melonjak.
Awal pekan efek rilis data Non-Farm Payrolls….      

EUR/USD Analysis

Area 1.1577 ( MA 125) menjadi sinyal lanjutan penguatan Euro, tembus dan closing di atas area 1.1602 target ke area 1.1626, sebaliknya area 1.1554 menjadi sinyal melemahnya Euro tembus dan closing dibawa area 1.1534 target ke area 1.1508. Buy levels : 1.1568-1.1544 Cutloss : 1.1517, Sell levels : 1.1598-1.1626 Cutloss : 1.1656

Strong Support : 1.1554
Strong Resistance : 1.1602

GBP/USD Analysis

Area 1.3658 (MA125) menjadi sinyal lanjutan penguatan Pound, tembus dan closing diatas area 1.3699 target ke area 1.3757, sebaliknya area 1.3612 (MA15,25&100) menjadi sinyal melemahnya Pound tembus dan closing dibawah area 1.3582 target ke area 1.3555. Buy levels : 1.3624-1.3585 Cutloss : 1.3555, Sell levels : 1.3699-1.3747 Cutloss : 1.3777

Strong Support : 1.3582
Strong Resistance : 1.3699

AUD/USD Analysis

Area 0.7336 menjadi sinyal lanjutan penguatan Aussie tembus dan closing diatas area 0.7373 target ke area 0.7400, sebaliknya area 0.7292 (MA15&25) menjadi sinyal lanjutan Aussie melemah tembus dan closing dibawah 0.7262 (MA100) target ke area 0.7230. Buy levels : 0.7313-0.7272 Cutloss : 0.7244, Sell levels : 0.7373-0.7401 Cutloss : 0.7444

Strong Support : 0.7286
Strong Resistance : 0.7336

USD/JPY Analysis

Pergerakan Yen menjadi salah satu sinyal pergerakan Fx sudah 3 bulan terakhir ini. Area 112.16 menjadi sinyal lanjutan Yen menguat, tembus dan closing dibawah area 111.93 (MA15) target ke area 111.75(MA25), sebaliknya area 112.56 menjadi sinyal Yen untuk melemah, tembus dan closing diatas area 112.79 target ke area 112.99. Buy levels : 112.22-111.91 Cutloss : 111.69, Sell levels : 112.69-112.93 Cutloss : 113.26

Strong Support : 112.06
Strong Resistance : 112.79

USD/CHF Analysis

Area 0.9265 (MA125) menjadi sinyal penguatan Swiss Franc tembus dan closing dibawah area 0.9230 target ke area 0.9212, sebaliknya area 0.9297 menjadi sinyal pelemahan Swiss Franc tembus dan closing diatas area 0.9330 target ke area 0.9363. Buy levels : 0.9269-0.9239 Cutloss : 0.9202, Sell levels : 0.9283-0.9313 Cutloss : 0.9342

Strong Support : 0.9278
Strong Resistance :  0.9306

ianz

Analisa dan informasi lain yang diberikan di sini oleh analisis PT Soegee Futures telah diperoleh dari sumber yang kami yakini dapat diandalkan, tetapi kami tidak dapat menyatakan bahwa sumber tersebut lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran untuk menjual atau permintaan penawaran untuk membeli berdasarkan tarif dan informasi yang terkandung

Leave a comment




Enter Captcha Here :