Ringkasan

  • Yen mencapai level terendah baru dalam sesi tiga tahun terakhir ini hari Selasa, memperpanjang penurunan tajam karena para pedagang bertaruh melonjaknya harga energi akan mendorong permintaan dolar Jepang dan karena mereka berlipat ganda karena ekspektasi suku bunga AS akan naik jauh di depan rekan-rekannya, karena melonjaknya harga energi dan kenaikan bijih besi.
  • “Apa yang kami lihat di pasar mata uang adalah kombinasi dari prospek Federal Reserve – sebagian besar pasar mengharapkan pengumuman penurunan pada bulan November – dan apa yang terjadi dengan komoditas dengan reli yang cukup luas saat ini,” kata Kim Mundy, ahli strategi mata uang dan ekonom senior di Commonwealth Bank of Australia (OTC:CMWAY).
  • Dia mengatakan faktor-faktor ini mempengaruhi yen, karena Jepang adalah importir energi bersih “dan lonjakan harga energi secara efektif merupakan pajak atas konsumsi” dan karena “mengulangi fakta bahwa Bank of Japan mungkin akan menjadi salah satu bank sentral besar terakhir. bahkan mempertimbangkan untuk mengurangi kebijakan moneter yang sangat akomodatif.”
  • Harga grosir Jepang melonjak 6,3% pada September dari tahun sebelumnya karena biaya bahan baku terus meningkat, data yang diterbitkan Selasa menunjukkan. Yen juga sensitif terhadap kenaikan imbal hasil AS, karena suku bunga di dalam negeri berlabuh mendekati nol. Benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun memperpanjang kenaikan pada hari Selasa dan, pada 1,6136%, adalah yang tertinggi sejak Juni dan naik 30 bps dalam tiga minggu.
  • Pada hari Senin, minyak mentah AS menyentuh $82,18 per barel, tertinggi sejak akhir 2014, dan minyak mentah Brent mencapai level tertinggi tiga tahun. [ATAU] Dengan harga komoditas lain yang juga menguat, dolar Aussie tetap kokoh di $0,7342, sehari setelah mencapai level tertinggi sebulan.
  • Dampak inflasi dari kenaikan harga energi telah memperkuat kasus bagi Federal Reserve AS untuk mengumumkan pengurangan program pembelian obligasi besar-besaran pada November, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir 2022, meskipun data pekerjaan yang diterbitkan Jumat lalu meleset dari ekspektasi.
  • Kekhawatiran harga juga ada di benak para pembuat kebijakan di bank sentral lainnya, dengan Bank of England mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi, mendukung sterling bahkan ketika ekonomi Inggris bergulat dengan biaya energi yang tinggi.
Kenaikan harga energi akankah memicu inflasi yang lebih tinggi?      

EUR/USD Analysis

Area 1.1568 (MA 125) menjadi sinyal lanjutan penguatan Euro, tembus dan closing di atas area 1.1588 target ke area 1.1626, sebaliknya area 1.1540 menjadi sinyal melemahnya Euro tembus dan closing dibawa area 1.1525 target ke area 1.1501. Buy levels : 1.1525-1.1495 Cutloss : 1.1466, Sell levels : 1.1550-1.1588 Cutloss : 1.1616

Strong Support : 1.1548
Strong Resistance : 1.1585

GBP/USD Analysis

Area 1.3658 (MA125) menjadi sinyal lanjutan penguatan Pound, tembus dan closing diatas area 1.3699 target ke area 1.3757, sebaliknya area 1.3612 (MA15,25&100) menjadi sinyal melemahnya Pound tembus dan closing dibawah area 1.3582 target ke area 1.3555. Buy levels : 1.3545-1.3515 Cutloss : 1.3473, Sell levels : 1.3597-1.3636 Cutloss : 1.3676

Strong Support : 1.3582
Strong Resistance : 1.3647

AUD/USD Analysis

Area 0.7371 menjadi sinyal lanjutan penguatan Aussie tembus dan closing diatas area 0.7404 target ke area 0.7434, sebaliknya area 0.7317 (MA15&25) menjadi sinyal lanjutan Aussie melemah tembus dan closing dibawah 0.7266 (MA100&125) target ke area 0.7222. Buy levels : 0.7297-0.7266 Cutloss : 0.7234, Sell levels : 0.7343-0.7388 Cutloss : 0.7424

Strong Support : 0.7317
Strong Resistance : 0.7371

USD/JPY Analysis

Pergerakan Yen menjadi salah satu sinyal pergerakan Fx sudah 3 bulan terakhir ini. Area 113.16 menjadi sinyal lanjutan Yen menguat, tembus dan closing dibawah area 112.72 (MA15) target ke area 112.37 (MA25), sebaliknya area 112.56 menjadi sinyal Yen untuk melemah, tembus dan closing diatas area 113.88 target ke area 114.01. Buy levels : 113.21-112.82 Cutloss : 112.66, Sell levels : 113.45-113.91 Cutloss : 114.14

Strong Support : 112.72
Strong Resistance : 113.54

USD/CHF Analysis

Area 0.9248 menjadi sinyal penguatan Swiss Franc tembus dan closing dibawah area 0.9222 target ke area 0.9191, sebaliknya area 0.9306 menjadi sinyal pelemahan Swiss Franc tembus dan closing diatas area 0.9330 target ke area 0.9363. Buy levels : 0.9273-0.9239 Cutloss : 0.9202, Sell levels : 0.9303-0.9333 Cutloss : 0.9362

Strong Support : 0.9248
Strong Resistance :  0.9306

ianz

Analisa dan informasi lain yang diberikan di sini oleh analisis PT Soegee Futures telah diperoleh dari sumber yang kami yakini dapat diandalkan, tetapi kami tidak dapat menyatakan bahwa sumber tersebut lengkap dan akurat. Kami tidak bertanggung jawab atas penawaran untuk menjual atau permintaan penawaran untuk membeli berdasarkan tarif dan informasi yang terkandung

Leave a comment




Enter Captcha Here :